Sāma (Sāntva) and Dāna: The Brāhmaṇa’s Conciliatory Release from a Rākṣasa
- आदरणीय पुरुषके चरणोंको हाथसे पकड़कर जो नमस्कार किया जाता है
bhīṣma uvāca | evam uktaḥ pratyuvāca maitreyaḥ karmapūjakaḥ | atyantaśrīmati kule jātaḥ prājño bahuśrutaḥ ||
Menyentuh dan memegang kaki seorang yang patut dihormati lalu memberi salam disebut ‘abhivādana’; sedangkan merangkapkan kedua tangan sebagai añjali, menyentuhkannya ke dahi, lalu menundukkan kepala di hadapan seorang yang layak dipuja disebut ‘praṇāma’. Bhīṣma berkata: Setelah demikian disapa, Maitreya—seorang pemuja kebajikan perbuatan (karma)—menjawab. Ia lahir dari keluarga yang sangat makmur, bijaksana, dan luas pengetahuannya.
भीष्म उवाच
The verse introduces Maitreya as a model of dharmic character—devoted to right action, wise, and learned—implying that ethical authority rests on conduct and knowledge rather than mere birth or wealth.
Bhishma reports that after being addressed, the sage Maitreya responds; the line functions as a narrative transition and a brief characterization of Maitreya before his counsel unfolds.