Droṇa’s Ācārya-Dakṣiṇā: Capture of Drupada and Division of Pāñcāla (द्रोण-आचार्यदक्षिणा)
ततो वासुकिरभ्येत्य नागैरनुगतस्तदा
tato vāsukir abhyetya nāgair anugatas tadā
Kemudian Vāsuki datang mendekat bersama para Nāga. Ia memandang Bhīmasena, yang berlengan panjang, dahsyat dan perkasa. Pada saat itu juga raja Nāga Āryaka melihatnya—Āryaka adalah kakek dari pihak ibu bagi Śūrasena, ayah Pṛthā. Sambil mengenali keturunannya, Āryaka memeluk rapat keturunan dari keturunannya itu ke dada, penuh sukacita. Raja Nāga Vāsuki yang termasyhur pun sangat berkenan kepada Bhīma dan berkata: “Pelayanan apa yang paling berkenan baginya? Haruskah kita mempersembahkan timbunan harta—emas dan tumpukan permata?”
वैशम्पायन उवाच
The passage highlights dharmic kinship and gratitude: elders recognize and protect their descendants, and honor is expressed through affectionate welcome and appropriate gifts. Power is framed within relationship and responsibility, not mere dominance.
Vāsuki arrives with the Nāgas and sees Bhīma. Āryaka, an ancestral Nāga-king connected to Bhīma through Pṛthā’s lineage, recognizes him, embraces him warmly, and Vāsuki proposes honoring Bhīma by doing a pleasing service and offering wealth, gold, and jewels.