Adhyāya 123 — Droṇa’s Pedagogy: Arjuna’s Preeminence, Ekalavya’s Self-Training, and the Bhāsa-Lakṣya Trial
इत्युक्त: कौरवो राजा वासवेन महात्मना
ity uktaḥ kauravo rājā vāsavena mahātmanā |
Setelah demikian disapa oleh Vāsava (Indra), raja Kaurava yang berhati luhur itu pun sangat bersukacita. Mengingat sabda raja para dewa, ia berkata kepada Kuntī: “Wahai yang membawa berkah, hasil kelak dari tapa-vratamu akan sungguh mujur. Indra, penguasa para dewa, berkenan kepada kita dan hendak menganugerahkan kepadamu—sesuai tekadmu—seorang putra utama: pelaku karya adimanusia, termasyhur, penakluk musuh, arif dalam tata negara, berjiwa agung, bercahaya laksana matahari, tak tertandingi, giat dalam laku, dan menakjubkan dipandang.”
शक्र उवाच
The passage emphasizes that sincere vows (vrata) and steadfast resolve (saṅkalpa), aligned with dharma, are believed to yield auspicious results, and that ideal rulership values ethical prudence (nīti), self-mastery, and the welfare of the lineage.
Indra (Śakra/Vāsava) has spoken to the Kuru-line king Pāṇḍu. Pāṇḍu, pleased and mindful of Indra’s assurance, turns to Kuntī and foretells that her vow will bear a divinely granted, extraordinary son endowed with royal and heroic virtues.