
Rishi: Atharvanic tradition (often treated as anonymous/collective in AV ancillary rites)
Devata: Manas–Cetas–Dhī–Ākūti etc. (personified faculties); implicitly Āyus (Life) as the goal
Chandas: Anuṣṭubh (4 pādas of 8 syllables; Atharvanic anuṣṭubh style)
Himne Atharvanik yang singkat ini adalah japa/mantra untuk umur panjang, yang meneguhkan perangkat batin kehidupan—manas (pikiran), cetas (kesadaran), dhī (daya-budi/pengetahuan), ākūti (niat/tekad), serta indria—agar persepsi tidak gagal dan daya hidup tidak tercerai-berai. Ia menyelaraskan kompleks prāṇa (prāṇa, apāna, vyāna) dan memanggil wacana penopang Sarasvatī; lalu memohon para ṛṣi ilahi sebagai “penjaga tubuh” (tanūpāḥ) agar tetap menyertai insan fana dan memperpanjang usia.
Mantra 1
दीर्घायुःप्राप्तिः। मन॑से॒ चेत॑से धि॒य आकू॑तय उ॒त चित्त॑ये । म॒त्यै श्रु॒ताय॒ चक्ष॑से वि॒धेम॑ ह॒विषा॑ व॒यम्
Kepada Manas (Pikiran), kepada Cetas (Kesadaran), kepada Dhi (pikiran suci), kepada Ākūti (niat/tujuan), dan kepada Citta (perhatian yang teguh); kepada Mati (pengertian), kepada Śruti (pendengaran), kepada Cakṣus (penglihatan)—semoga kami mempersembahkan pemujaan dengan havis (persembahan), ya kami.
Mantra 2
अ॒पा॒नाय॑ व्या॒नाय॑ प्रा॒णाय॒ भूरि॑धायसे । सर॑स्वत्या उरु॒व्यचे॑ वि॒धेम॑ ह॒विषा॑ व॒यम्
Kepada Apāna (napas ke bawah), kepada Vyāna (napas yang meresap), kepada Prāṇa (napas hidup), sang pemberi yang melimpah; kepada Sarasvatī yang ucapannya menjangkau luas—semoga kami mempersembahkan pemujaan dengan havis (persembahan), ya kami.
Mantra 3
मा नो॑ हासिषु॒र्ऋष॑यो॒ दैव्या॒ ये त॑नू॒पा ये न॑स्त॒न्वऽस्तनू॒जाः । अम॑र्त्या॒ मर्त्यां॑ अ॒भि नः॑ सचध्व॒मायु॑र्धत्त प्रत॒रं जी॒वसे॑ नः
Janganlah para Ṛṣi ilahi meninggalkan kami—mereka para pelindung tubuh, para penjaga yang lahir bersama tubuh bagi diri kami. Wahai yang tak-mati, berpautlah pada kami yang fana; anugerahkanlah kepada kami umur, lebih dipanjangkan, agar kami hidup.
It is used to seek long life by stabilizing mental faculties (mind, attention, understanding) and harmonizing the vital breaths (prāṇa, apāna, vyāna), along with protective support from divine guardians.
In Atharvanic ritual language, key functions of life are treated as personified powers; honoring them with oblation is a way to ‘secure’ their steady presence so they do not weaken or wander.
No special herb is required by the hymn itself; the basic medium is havis (ghee/food offering). The main emphasis is correct recitation with calm breath and a clear intention for āyus (extended life).
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free Google sign-in keeps your chat saved across web and the app.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.