Atharva Veda Sukta 10
Kanda 15Anuvaka 1Sukta 1011 Mantras

Sukta 10

Rishi: Traditionally connected with Atharvanic royal-theology strata (Bṛhaspati/Indra complex in the surrounding verses)

Devata: Kṣatra and Rāṣṭra (as institutional powers), with implicit Brahmanic sanction

Chandas: Prose/Anuṣṭubh-like cadence (late Atharvanic political prose style)

Sukta ini mengatur perjumpaan yang sarat daya politik antara seorang “orang luar” yang bersifat sakral (Vrātya yang mengetahui, sebagai tamu raja) dan rumah tangga/ranah yang telah menetap, dengan mengubah keadaan liminal menjadi kedaulatan yang mantap. Dengan menetapkan penghormatan, penerimaan, dan pengakuan yang tepat, sukta ini mencegah Kṣatra (kuasa kerajaan) dan Rāṣṭra (kerajaan) “terpotong” (vṛśc-), serta menambatkan kembali rajatva pada tatanan hierarkis yang disahkan oleh kosmos. Daya utamanya terletak pada identifikasi bergaya bandhu—misalnya Āditya=Kṣatra, Langit=Indra—yang mensakralkan institusi dan menjadikan loyalitas serta peringkat dapat ditegakkan secara ritual.

Sanskrit recitationAtharva Veda 15.10

Mantras

Mantra 1

तद् यस्यै॒वं वि॒द्वान् व्रात्यो॒ राज्ञोऽति॑थिर्गृ॒हाना॒गच्छे॑त्

Inilah ketentuannya: ke rumah siapa seorang Vrātya yang mengetahui (rahasia-rahasianya), sebagai tamu raja, datang bertamu.

Mantra 2

श्रेयां॑समेनमा॒त्मनो॑ मानये॒त् तथा॑ क्ष॒त्राय॒ ना वृ॑श्चते॒ तथा॑ रा॒ष्ट्राय॒ ना वृ॑श्चते

Hendaklah ia memuliakan orang ini sebagai lebih utama daripada dirinya; dengan demikian Kṣatra tidak terpangkas, dan Kerajaan (Rāṣṭra) tidak terpangkas.

Mantra 3

अतो॒ वै ब्रह्म॑ च क्ष॒त्रं चोद॑तिष्ठतां॒ ते अ॑ब्रूतां॒ कं प्र वि॑शा॒वेति॑

Maka sesungguhnya Brahman dan Kṣatra bangkit bersama; lalu keduanya berkata: “Ke dalam siapa kita berdua akan masuk?”

Mantra 4

अतो॒ वै बृह॒स्पति॑मे॒व ब्रह्म॒ प्रा वि॑श॒त्विन्द्रं॑ क्ष॒त्रं तथा॒ वा इति॑

Maka, sesungguhnya, hendaklah Brahman masuk hanya ke dalam Bṛhaspati; dan hendaklah Kṣatra masuk ke dalam Indra—demikianlah, sungguh; begitulah (adanya).

Mantra 5

अतो॒ वै बृह॒स्पति॑मे॒व ब्रह्म॒ प्रावि॑श॒दिन्द्रं॑ क्ष॒त्रम्

Maka, sesungguhnya, Brahman pun masuk hanya ke dalam Bṛhaspati; dan Kṣatra (masuk) ke dalam Indra.

Mantra 6

इ॒यं वा उ॑ पृथि॒वी बृह॒स्पति॒र्द्यौरे॒वेन्द्रः॑

Bumi ini, sesungguhnya, adalah Bṛhaspati; dan Langit adalah Indra semata.

Mantra 7

अ॒यं वा उ॑ अ॒ग्निर्ब्रह्मा॒सावा॑दि॒त्यः क्ष॒त्रम्

Inilah, sungguh—Agni ini—adalah Brahman; Aditya yang di sana adalah Kṣatra, daya kerajaan.

Mantra 8

ऐनं॒ ब्रह्म॑ गच्छति ब्रह्मवर्च॒सी भ॑वति

Brahman datang kepadanya; ia menjadi berwibawa dengan brahman-kilau.

Mantra 9

यः पृ॑थि॒वीं बृह॒स्पति॑म॒ग्निं ब्रह्म॒ वेद॑

Barangsiapa mengetahui Bumi sebagai Bṛhaspati, dan Agni sebagai Brahman—

Mantra 10

ऐन॑मिन्द्रि॒यं ग॑च्छतीन्द्रि॒यवा॑न् भवति

Indriya datang kepadanya; ia menjadi memiliki daya hidup, kekuatan, dan penguasaan atas kemampuan indra.

Mantra 11

य आ॑दि॒त्यं क्ष॒त्रं दिव॒मिन्द्रं॒ वेद॑

Barangsiapa mengetahui Āditya sebagai Kṣatra, dan Langit sebagai Indra—

Frequently Asked Questions

To keep royal authority (kṣatra) and the kingdom (rāṣṭra) from being diminished or ‘cut off,’ especially during politically sensitive encounters like receiving a powerful guest.

Because the act of formal deference stabilizes hierarchy and alliance; in the hymn’s logic, correct honor prevents the severance of institutional power and keeps the realm cohesive.

It is a cosmological identification: sovereignty is grounded in the Sun’s ordering power and Indra’s victorious heaven. By affirming this, the performer ritually aligns kingship with cosmic authority.

Ask anything about Sukta 10 of the Atharva Veda

Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.

Not sure where to start?

A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App