
Soma Pavamāna as the purified, radiant power flowing through the filter into the ritual seat
Soma (Pavamāna)
Bright flowing and exalting—celebratory praise aligned with the visible ‘running’ of clarified Soma
The verses belong to the Pavamāna hymn stream where Samavedic selection is primarily liturgical/melodic; specific ṛṣi attribution is not provided in the given data.
Soma Pavamāna dipuji sebagai kuasa bercahaya yang telah dimurnikan, mengalir melalui penapis (pavitra) dan masuk ke dalam yoni/bejana upacara. Dengan epitet warna—babhrú, aruṇá, hári—ia menandai Soma yang diperah dan dijernihkan, menjadi wira dan penopang korban. Soma disediakan khusus untuk diminum Indra, agar memberinya mada: kekuatan dan kegembiraan yang menggetarkan. Pemurnian jasmani dalam ritus mencerminkan pemurnian batin—Soma sebagai manasaspati, penguasa niat dan keteguhan minda si pelaksana, yang menegakkan tatanan.
Mantra 1
प्र सुन्वानायान्धसो मर्त्तो न वष्ट तद्वचः अप श्वानमराधसं हता मखं न भृगवः
Maju—sebagaimana seorang fana menginginkannya—biarlah nyanyian itu terlepas bagi dia yang memerah sari Soma; halaukan anjing yang tidak menghormati; pukullah dia, wahai Bhṛgu, sebagaimana kamu menjaga yajña (korban suci).
Mantra 2
आ जामिरत्के अव्यत भुजे न पुत्र ओण्योः सरज्जारो न योषणां वरो न योनिमासदम्
Ke mari—bagai kerabat dalam kegembiraan—ia ditapis untuk kenikmatan; laksana seorang putera (berbaring) di dua pangkuan; laksana kekasih yang meluncur di antara gadis-gadis, laksana peminang terpilih, ia duduk di yoni (wadahnya).
Mantra 3
स वीरो दक्षसाधनो वि यस्तस्तम्भ रोदसी हरिः पवित्रे अव्यत वेधा न योनिमासदम्
Dialah vīra, penyempurna kekuatan dengan dakṣa, yang menegakkan dua alam; Hari (Soma) ditapis melalui pavitra; sang vedhā, laksana pengatur bijaksana, bersemayam di yoni (wadah).
Mantra 4
अमित्रहा विचर्षणिः पवस्व सोम शं गवे देवेभ्यो अनुकामकृत्
Amitrahā, vicarṣaṇi—pavasva, wahai Soma; śaṃ bagi gave (ternakan), bagi para deva, anukāmakṛt—penyempurna hajat kami.
Mantra 5
इन्द्राय सोम पातवे मदाय परि षिच्यसे मनश्चिन्मनसस्पतिः
Untuk Indra meminum, wahai Soma, demi madā (kegirangan suci), engkau dicurahkan sepenuhnya; engkau juga manasaspati—tuan atas manas (fikiran).
Mantra 6
पवमान सुवीर्यं रयिं सोम रिरीहि नः इन्दविन्द्रेण नो युजा
Wahai Soma Pavamāna, kurniakanlah kepada kami keberanian yang unggul dan rayi (kekayaan); wahai Indu yang bercahaya, dengan Indra sebagai sekutu yang terpasang bagi kami.
It praises Soma as Pavamāna—the Soma that is actively being purified—describing his tawny/ruddy radiance, his filtering through the pavitra, and his settling into the ritual vessel as an offering-power.
Because the purified Soma is prepared for Indra to drink; the verses frame Soma’s pouring and readiness as leading to Indra’s strength and exhilaration (mada) in the sacrifice.
‘Pavitra’ is the strainer/cloth used to clarify Soma; ‘yoni’ is the ‘seat’ or receptacle—practically the vessel/cup into which the clarified Soma is received and established for offering.