
Soma Pavamāna’s self-purification through the filter as life-giving, rain-bestowing, and disease-removing power in the yajña
Soma Pavamāna
Bright cleansing and protective—an uplift that moves from supplication to assured triumph
R̥ṣi attribution is not determinable from the provided input alone; it requires Rigveda concordance for the underlying ṛc sources used in this Sāmavedic selection.
Tema ini memuji Soma Pavamāna yang memurnikan dirinya ketika mengalir melalui penapis dalam yajña—menjadi kuasa yang menghidupkan, menurunkan hujan, dan menghalau penyakit. Dengan citra penapisan dan arus air yang jernih, Soma dimohon memberi kelimpahan serta “penyegaran besar”, membebaskan daripada sakit, dan menyingkirkan kuasa bermusuhan serta rakṣas. Pemurnian ini menegakkan kembali keberkesanan korban purba (pratnavat) dan menjadikan upacara bersinar dengan kejernihan serta kemilau yang berdaya (rocayan rucaḥ), sebagai saluran ṛta yang membawa kesuburan, kesihatan, perlindungan, dan kejayaan ritual.
Mantra 1
पवस्व वृष्टिमा सु नो ऽपामूर्मिं दिवस्परि अयक्ष्मा बृहतीरिषः
Sucikanlah dirimu, pemberi hujan, demi kami dengan berkat yang baik; (mengalirlah) bagaikan gelombang air dari langit; tanpa penyakit, (membawa) kesegaran yang besar.
Mantra 2
तया पवस्व धारया यया गाव इहागमन् जन्यास उप नो गृहम्
Dengan aliran itu sucikanlah dirimu—yang dengannya lembu-lembu datang ke sini, dan orang ramai juga menuju ke rumah kami.
Mantra 3
घृतं पवस्व धारया यज्ञेषु देववीतमः अस्मभ्यं वृष्टिमा पव
Sucikanlah dirimu bagaikan ghṛta dengan aliran itu; dalam yajña, yang paling didatangi para dewa; untuk kami, wahai pemberi hujan, sucikanlah dirimu.
Mantra 4
स न ऊर्जे व्या3व्ययं पवित्रं धाव धारया देवासः शृणवन्हि कम्
Wahai (Soma), demi pemeliharaan kami, mengalirlah menembusi penapis (pavitra) bersama aliran; semoga para dewa benar-benar mendengar nyanyian pujian kami.
Mantra 5
पवमानो असिष्यदद्रक्षांस्यपजङ्घनत् प्रत्नवद्रोचयन्रुचः
Soma yang menyucikan (pavamāna) telah mengalir keluar; ia menghalau Rākṣasa, seperti pada zaman dahulu, menjadikan sinar-sinar gemilang bercahaya.
It praises Soma as he is filtered and purified, asking him to flow auspiciously for the sacrificers—bringing rain-like nourishment, removing sickness, and ensuring the rite succeeds with radiance.
These are ritual and theological images: Soma moves like a watery wave through the filter, and ‘ghṛta’ suggests clarified, luminous purity—Soma becoming pleasing and fit for offering and drinking.
In the sacrificial reading (as in Sāyaṇa), ‘rakṣāṃsi’ are forces that obstruct the yajña—inner and outer hindrances. Purified Soma is invoked as a protective power that removes these obstacles and restores the ancient effectiveness of the rite.