Udyoga-parva Adhyāya 30: Sañjaya’s Departure and Yudhiṣṭhira’s Commission of Greetings
अभिवाद्य च वक्तव्यस्ततो5स्माकं पितामह: । भवता शन््तनोर्वशो निमग्न: पुनरुद्धृत:
abhivādya ca vaktavyas tato 'smākaṁ pitāmahaḥ | bhavatā śāntanor vaṁśo nimagnaḥ punar uddhṛtaḥ ||
Sesudah mempersembahkan salam hormat, hendaklah engkau berbicara kepada datuk agung kami. Katakan kepadanya: “Wahai Datuk! Engkaulah yang telah menyelamatkan dan menegakkan kembali keturunan Śāntanu ketika ia tenggelam dalam kemerosotan. Kini, renungkanlah sekali lagi dengan kebijaksanaanmu sendiri, dan lakukan sesuatu agar semua cucumu dapat hidup bersama dalam kasih sayang sesama mereka.”
युधिछिर उवाच
Respectful speech and moral persuasion should be used to avert conflict: Yudhiṣṭhira urges honoring elders and appealing to Bhīṣma’s past merit and responsibility to restore harmony among the grandsons, prioritizing familial concord over escalation.
In the pre-war negotiations of the Udyoga Parva, Yudhiṣṭhira instructs a messenger to salute Bhīṣma and remind him that he once saved Śāntanu’s lineage; he is now asked to employ his wisdom again to bring the Kuru cousins to live in mutual affection.