निषसाद गिरिप्रस्थे पुत्रमेवानुचिन्तयन् । अपने अमिततेजस्वी पुत्रकी यह महिमा देखकर व्यासजी उसीका चिन्तन करते हुए उस पर्वतके शिखरपर बैठ गये
niṣasāda giriprasthe putram evānucintayan | apane amitatejasvī putrasya yā mahimāṃ dṛṣṭvā vyāsajī sa eva cintanaṃ kurvan tasya parvataśikhare upaviśat ||
Bhīṣma berkata: Setelah menyaksikan kemuliaan luar biasa puteranya, resi Vyāsa—yang bercahaya rohani tanpa batas—duduk di puncak gunung, tenggelam dalam renungan tentang putera itu sendiri. Peristiwa ini menegaskan bahawa bahkan yang paling bijaksana pun terdorong untuk merenung mendalam apabila berhadapan dengan kebesaran yang nyata; dan renungan, bukan tergesa-gesa, ialah jawapan yang wajar terhadap kebajikan dan daya yang tersingkap.
भीष्म उवाच
The verse highlights the ethical and spiritual value of reflective contemplation: when confronted with true greatness (mahimā) and spiritual brilliance (tejas), the appropriate response is inward attention and discernment rather than impulsive action.
Bhishma narrates that Vyasa, after seeing the remarkable glory of his son, goes to a mountain summit and sits there, wholly absorbed in thinking about him.