नारद–शुक संवादः
Impermanence, Svabhāva, and Śuka’s Resolve for Yoga
अथोक्तश्न महाराज राजा गन्धर्वसत्तम: । पृष्टवाननुपूर्वेण प्रश्नमर्थविदुत्तमम्
atho'ktaś ca mahārāja rājā gandharva-sattamaḥ | pṛṣṭavān anupūrveṇa praśnam artha-vid-uttamam ||
Yājñavalkya berkata: “Wahai raja agung, setelah mendengar demikian, yang terunggul antara para Gandharva—sang raja—mengemukakan pertanyaannya satu demi satu menurut tertibnya, pertanyaan yang paling tinggi maknanya, ditanya oleh seorang yang benar-benar memahami erti. Lalu aku berkata kepada raja Gandharva: ‘Wahai Raja, engkau telah mengajukan pertanyaan yang amat baik, berturut-turut dengan teratur. Engkau mengetahui maksudnya. Tunggulah sebentar; sementara itu aku akan menimbang pertanyaan-pertanyaanmu.’ Setelah berkata, ‘Baiklah,’ raja Gandharva pun duduk diam.”
याज़्ञवल्क्य उवाच
The verse models disciplined inquiry and responsible speech: even a wise teacher pauses to reflect before answering weighty questions, emphasizing that ethical and dharmic matters require careful deliberation rather than impulsive replies.
After prior discussion, the Gandharva king (Viśvāvasu) asks a series of well-ordered questions. Yājñavalkya praises the questions and the questioner’s discernment, requests time to consider, and the Gandharva king agrees and sits silently.