कपोत-लुब्धकसंवादः — Hunter’s Remorse and Renunciatory Resolve
निन्दया परविद्यानां स्वविद्यां ख्यापयन्ति च । वागस्त्रा वाकूछरी भूता द्रुग्धविद्याफला इव
nindayā paravidyānāṃ svavidyāṃ khyāpayanti ca | vāg-astrā vāk-ūśarī bhūtā drugdha-vidyā-phalā iva ||
Bhishma berkata: Ada orang yang menghebahkan ilmunya sendiri dengan merendahkan ilmu orang lain. Dengan kata-kata sebagai senjata dan ucapan yang menikam seperti anak panah, mereka seolah-olah buah pengetahuan dalam diri mereka telah menjadi masam—memberontak terhadap pengertian sejati. Orang demikian, dengan mencela ilmu orang lain, memasyhurkan keunggulan ilmunya sendiri secara palsu.
भीष्म उवाच
Learning is validated by humility and discernment, not by attacking others. Using speech as a weapon to belittle other traditions or teachers indicates a corrupted ‘fruit of knowledge’—knowledge without wisdom and ethical restraint.
In Bhishma’s instruction in the Shanti Parva, he critiques a type of pseudo-scholar: one who promotes himself by denigrating others. The verse frames such rhetoric as verbal violence—words functioning like weapons—and as a sign that genuine understanding has not matured.