Chapter 23: Śakuni Reports, Kaurava Advance, and Arjuna’s Penetration of the Host
निध्नन्तो निशितैःशस्त्रै 20 20० पुत्रान सखीनपि | योधा: परिपतन्ति सम य खगा:
sañjaya uvāca | nighnanto niśitaiḥ śastraiḥ putrān sakhīn api | yodhāḥ paripatanti sma yathā khagāḥ ||
Sañjaya berkata: Dengan senjata yang tajam, para pahlawan menumpaskan bahkan anak-anak dan sahabat mereka sendiri, lalu menerpa sesama—laksana burung menyambar daging. Dalam pembantaian itu, pertalian darah dan persahabatan ditenggelamkan oleh kegilaan perang; medan laga menjadi pemandangan di mana ikatan dharma dikalahkan oleh dorongan membunuh.
संजय उवाच
The verse underscores how war can eclipse dharma: in the heat of combat, even the most basic ethical bonds—toward sons and friends—can be overridden, revealing the dehumanizing momentum of violence.
Sañjaya describes the battlefield where fighters, driven by fury and survival, rush at one another with sharpened weapons, killing indiscriminately—even their own kin—likened to birds swooping for flesh.