उपप्रेक्षसि राधेय कक्व ते धर्मस्तदा गत: । '(याद है न
upaprekṣasi rādheya kva te dharmas tadā gataḥ |
Sañjaya berkata: “Wahai putera Rādhā (Karṇa), kini engkau meneliti dan menghakimi—namun ke manakah dharma-mu pada waktu itu? Ketika engkau berkata kepada Draupadī dengan kepastian yang kejam, ‘Kṛṣṇā, para Pāṇḍava telah binasa, jatuh ke neraka untuk selama-lamanya; pilihlah suami yang lain,’ dan engkau menatapnya dari dekat dengan pandangan yang tidak tahu malu—di manakah rasa kebenaranmu ketika itu?”
संजय उवाच
Moral scrutiny is hollow without self-accountability: one who questions dharma in others must face one’s own past violations—especially cruelty in speech and the humiliation of the vulnerable.
Sañjaya rebukes Karṇa by recalling his earlier harsh words to Draupadī, contrasting Karṇa’s present posture of judgment with his prior lapse of dharma during her humiliation.