अलंबलवधः (Alaṃbala-vadhaḥ) / The Slaying of Alaṃbala and the Advance toward Karṇa
कृपणं स्वरथे सन्नं पश्य कृष्ण यथागतम् । “निश्चय ही ये कृपाचार्य आहत होकर मुझे पुत्रवधकी अपेक्षा भी अधिक शोकमें डाल रहे हैं। श्रीकृष्ण! देखिये, वे अपने रथपर कैसे सन्न और दीन होकर पड़े हैं
kṛpaṇaṁ svarathe sannaṁ paśya kṛṣṇa yathāgatam |
Sañjaya berkata: “Wahai Kṛṣṇa, lihatlah dia—ācārya Kṛpa yang mulia—setelah dipukul, menjadi sengsara dan putus asa, terkulai di atas keretanya sendiri, sebagaimana dia telah jatuh ke keadaan ini. Pemandangan guru yang dihormati itu terluka dan menjadi tidak berdaya menambah dalam dukacita para saksi, memperlihatkan bagaimana perang menghinakan bahkan yang agung, dan bagaimana belas kasihan bertembung dengan kewajipan di medan laga.”
संजय उवाच
The verse highlights the moral cost of war: even revered figures can be brought to a pitiable state, and witnessing such a fall intensifies grief and ethical tension between duty (kṣatriya-dharma) and compassion.
Sañjaya directs Kṛṣṇa’s attention to a warrior/elder who is sitting collapsed and dejected on his own chariot, emphasizing his weakened condition and the sorrow it causes onlookers amid the Drona Parva battle events.