Nirmaryāda-saṃgrāma-varṇana — The Unbounded Clash and Bhīṣma’s Rallying Presence
अहंकार बल दर्प काम॑ क्रोध॑ च संश्रिता: । मामात्मपरदेहेषु प्रद्धिषन्तो5भ्यसूयका:+,वे अहंकार, बल, घमण्ड, कामना और क्रोधादिके परायण और दूसरोंकी निन्दा करनेवाले पुरुष अपने और दूसरोंके शरीरमें स्थित मुझ अन्तर्यामीसे द्वेष करनेवाले होते हैं?
ahaṅkāra-bala-darpa-kāma-krodha-saṁśritāḥ | mām ātma-para-deheṣu pradviṣanto 'bhyasūyakāḥ ||
Mereka yang berlindung pada keakuan, kekuatan kasar, kesombongan, nafsu, dan kemarahan—yang suka mencari salah dan iri hati—akhirnya membenci Aku, Tuhan yang bersemayam di dalam, hadir dalam tubuh mereka sendiri dan dalam tubuh orang lain. Ayat ini mengecam keangkuhan yang berpusat pada diri dan iri hati yang bermusuhan sebagai kebutaan rohani yang menolak kehadiran Ilahi dalam semua makhluk.
अजुन उवाच
Ego, arrogance, desire, and anger—combined with envy and fault-finding—lead a person to oppose the divine presence that dwells equally within oneself and within others; spiritual hostility is rooted in these inner vices.
In the Bhīṣma Parva context, the discourse highlights moral and spiritual causes behind destructive behavior: certain people, dominated by pride and envy, become antagonistic to the Lord who abides as the inner ruler in all embodied beings.