भीष्मसेनासंनिवेशः — Bhīṣma’s Mobilization, Omens, and the Kaurava Array
ववाशिरे च दीप्तायां दिशि गोमायुवायसा: । लिप्समाना: शरीराणि मांसशोणितभोजना:
vavāśire ca dīptāyāṃ diśi gomāyuvāyasāḥ | lipsamānāḥ śarīrāṇi māṃsaśoṇitabhojanāḥ ||
Sañjaya berkata: Di satu penjuru langit yang menyala-nyala, serigala hutan dan gagak—pemakan daging dan darah—menjerit dengan suara sial, mendambakan jasad. Pemandangan itu menjadi alamat kegelapan dharma menjelang pembantaian: seolah-olah alam sendiri meramalkan harga perang yang menghilangkan kemanusiaan, ketika maut menjadi buruan dan medan laga berubah menjadi jamuan bagi pemakan bangkai.
संजय उवाच
The verse underscores the ethical gravity of war: when violence is about to erupt, even the natural world appears to mirror the coming disorder. Scavengers longing for corpses functions as a moral warning—war reduces human bodies to prey and signals a collapse of auspicious order.
Sanjaya reports ominous portents: in a sky-direction that seems to blaze, jackals and crows cry out as they anticipate corpses. This is part of the larger catalogue of inauspicious signs foretelling massive bloodshed at Kurukshetra.