Kṛṣṇasya Dvārakā-praveśaḥ — Krishna’s Return to Dvārakā and the Raivataka Festival
रथेन हरियुक्तेन तं देशमुपजग्मिवान् । वज्रपाणिर्महातेजास्तं ददर्श द्विजोत्तमम्
rathena hariyuktena taṃ deśam upajagmivān | vajrapāṇir mahātejās taṃ dadarśa dvijottamam ||
Vaiśampāyana berkata: Indra yang perkasa lagi bercahaya, pemegang vajra, menaiki kereta perang yang ditarik kuda-kuda berwarna kuning keperangan, lalu tiba di tempat itu dan melihat Uttanka, yang utama dalam kalangan brāhmaṇa. Saat pertapa itu berkeras dengan tekadnya—menggali bumi demi membina jalan ke Nāga-loka—kuasa ilahi pun hadir, menandai titik balik yang akan membawa nasihat tentang dharma serta batas-batas dendam peribadi.
वैशम्पायन उवाच
When intense personal resolve is in motion, higher discernment may arrive through legitimate authority (here, Indra). The episode suggests that zeal—especially when tied to anger or vengeance—should be tempered by guidance aligned with dharma.
Indra, radiant and bearing the thunderbolt, arrives in a chariot drawn by tawny horses and sees Uttanka at that location. This encounter signals an impending exchange in which Uttanka’s determined course will be addressed by a divine interlocutor.