नैष मृत्युरनिष्टो नो निःसृतानां गृहात् स्वयम् । जलमग्निस्तथा वायुरथवापि विकर्षणम्
naiṣa mṛtyur aniṣṭo no niḥsṛtānāṃ gṛhāt svayam | jalam agnis tathā vāyur athavāpi vikarṣaṇam ||
Nārada berkata: “Bagi kami yang dengan kehendak sendiri telah meninggalkan kehidupan berumah tangga, kematian seperti ini tidak patut dianggap sebagai sesuatu yang tidak diingini. Sama ada ia datang melalui air, melalui api, melalui angin, atau bahkan dengan diseret pergi—tiada satu pun pengakhiran itu tercela bagi mereka yang telah meninggalkan dunia dan teguh pada jalan yang dipilih.”
नारद उवाच
For one who has voluntarily renounced household life, the manner of death is not to be feared or judged as inauspicious; ethical emphasis is on inner detachment and steadfastness in the renunciant’s dharma rather than on external circumstances.
Nārada addresses those who have left worldly life, reassuring them that death—whether by natural elements like water, fire, or wind, or even by violent force—should not be considered an ‘undesirable’ end for renunciants, framing their situation within the values of vairāgya (dispassion) and dharma.