अनादिर्भूभ्भुवो लक्ष्मी: सुवीरो रुचिराड़ूद: । जननो जनजन्मादिर्भीमो भीमपराक्रम:
anādir bhūr-bhuvo lakṣmīḥ suvīro rucirāṅgadaḥ | janano jana-janmādir bhīmo bhīma-parākramaḥ ||
Bhīṣma berkata: Dia tiada berpermulaan, sebab asal bagi segala-galanya. Dialah penopang bumi dan segala alam, dan Dialah seri yang membuat segala yang indah bersinar. Dialah wira mulia, mengenakan gelang lengan yang bercahaya; pengada segala makhluk dan sebab pertama di sebalik kelahiran mereka yang lahir. Bagi yang jahat, Dialah Bhīma—yang menggerunkan—dan keberaniannya sendiri menakutkan, menundukkan segala penentangan. Dalam rangka pujian ini, Bhīṣma menampilkan Yang Ilahi sebagai sumber kehidupan sekaligus kuasa benar yang mengekang dan menumpaskan kejahatan.
भीष्म उवाच
The verse teaches that the Divine is simultaneously the beginningless source of creation and the moral force that protects order: He generates life, sustains the worlds, embodies auspicious beauty, and becomes terrifying power against wrongdoing—showing that compassion and righteous severity are complementary aspects of dharma.
In Anuśāsana Parva, Bhīṣma instructs Yudhiṣṭhira and recites the thousand names of Viṣṇu (Viṣṇu-sahasranāma). This verse is one segment of that hymn, listing epithets that praise the deity’s cosmic originlessness, sustaining power, auspicious radiance, and fearsome prowess against evil.