Adhyaya 24
Brahma KhandaDharmaranya MahatmyaAdhyaya 24

Adhyaya 24

Vyāsa menutup dan meneguhkan kembali māhātmya Dharmāraṇya, wilayah tīrtha utama yang disebut sebagai tempat paling membawa keberkahan serta penyuci dosa yang terkumpul dari banyak kelahiran. Ia mengajarkan bahwa mandi suci di sana membebaskan dari pelanggaran; karena itu Yudhiṣṭhira, sang Dharmarāja, memasuki hutan tersebut untuk meniadakan dosa besar dan melindungi orang-orang saleh. Bab ini lalu merinci tata-laku di kawasan itu: berendam di berbagai tīrtha, berziarah ke kuil-kuil dewa, serta melakukan iṣṭa-pūrta—kurban suci, dana, dan karya kebajikan—sesuai niat masing-masing. Dalam phalāśruti dinyatakan bahwa mereka yang mencapai tempat itu, bahkan yang hanya mendengar kemuliaannya, memperoleh kenikmatan duniawi sekaligus pembebasan; setelah mengalami dunia, akhirnya mencapai nirvāṇa. Ditekankan pula pembacaan pada waktu śrāddha oleh para dvija, yang diyakini mengangkat para leluhur secara berkelanjutan. Keutamaan Dharmavāpī ditonjolkan: air saja, tanpa sarana ritual lain, dikatakan menghancurkan timbunan dosa besar dan memberi hasil setara dengan Gayā-śrāddha serta persembahan piṇḍa berulang—teologi ritual yang sederhana namun sangat kuat, berpusat pada air dan ingatan suci.

Shlokas

Verse 1

व्यास उवाच । एतत्तीर्थस्य माहात्म्यं मया प्रोक्तं तवाग्रतः । अनेकपूर्वजन्मोत्थपातकघ्नं महीपते

Vyāsa bersabda: “Wahai raja bumi, telah kukatakan di hadapanmu kemuliaan tīrtha ini—yang melenyapkan dosa-dosa yang timbul dari banyak kelahiran lampau.”

Verse 2

स्थानानामुत्तमं स्थानं परं स्वस्त्ययनं महत् । स्कंदस्याग्रे पुरा प्रोक्तं महारुद्रेण धीमता

Inilah tempat tersuci yang paling utama—tertinggi, sumber kesejahteraan yang amat mulia. Dahulu kala, Mahārudra yang bijaksana telah memaklumkannya di hadapan Skanda.

Verse 3

त्वं पार्थ तत्र स्नात्वा हि मोक्ष्यसे सर्वपात कात् । तच्छ्रुत्वा व्यासवाक्यं हि धर्म्मराजो युधिष्ठिरः

“Wahai Pārtha, dengan mandi suci di sana engkau akan terbebas dari segala dosa.” Mendengar sabda Vyāsa itu, Dharmarāja Yudhiṣṭhira pun (lalu menanggapi/bertindak).

Verse 4

धर्मात्मजस्तदा तात धर्मारण्यं समाविशत् । महापातकनाशाय साधुपालनत त्परः

Kemudian, wahai kekasih, putra Dharma memasuki Dharmāraṇya yang suci—bertekad memusnahkan dosa-dosa besar dan berbakti melindungi para sadhu yang saleh.

Verse 5

विगाह्य तत्र तीर्थानि देवतायतनानि च । इष्टापूर्तादिकं सर्वं कृतं तेन यथेप्सितम्

Setelah mandi suci di tīrtha-tīrtha dan berziarah ke tempat suci para dewa, ia menunaikan—sesuai kehendaknya—segala kebajikan seperti iṣṭa dan pūrta serta lainnya.

Verse 6

ततः पापविनिर्मुक्तः पुनर्गत्वा स्वकं पुरम् । इद्रप्रस्थं महासेन शशास वसुधातलम्

Sesudah itu, terbebas dari dosa, ia kembali ke kotanya; dan dari Indraprastha, wahai yang berlengan perkasa, ia memerintah seluruh bumi.

Verse 7

इदं हि स्थानमासाद्य ये शृण्वंति नरोत्तमाः । तेषां भुक्तिश्च मुक्तिश्च भविष्यति न संशयः

Sungguh, para insan utama yang datang ke tempat ini dan mendengarkan kemuliaannya akan memperoleh bhukti (kenikmatan dunia) dan mukti (pembebasan); tiada keraguan.

Verse 8

भुक्त्वा भोगान्पार्थिवांश्च परं निर्वाणमाप्नुयुः । श्राद्धकाले च संप्राप्ते ये पठंति द्विजातयः

Sesudah menikmati kenikmatan duniawi, mereka mencapai nirvāṇa yang tertinggi. Dan ketika tiba waktu śrāddha, para dvija yang melantunkan bacaan ini…

Verse 9

उद्धृताः पितरस्तैस्तु यावच्चंद्रार्क्कमेदिनि । द्वापरे च युगे भूत्वा व्यासेनोक्तं महात्मना

Melalui mereka, para leluhur mereka sungguh terangkat selama bulan dan matahari masih bertahan di bumi. Demikianlah sabda Mahātma Vyāsa, yang menampakkan diri pada Yuga Dvāpara.

Verse 10

वारिमात्रे धर्मवाप्यां गयाश्राद्धफलं लभेत् । अत्रागतस्य मर्त्यस्य पापं यमपदे स्थितम्

Di Dharma-vāpī, hanya dengan segenggam air seseorang memperoleh buah śrāddha di Gayā. Bagi insan yang datang ke sini, dosa yang tersimpan di alam Yama pun lenyap.

Verse 11

कथितं धर्मपुत्रेण लोकानां हितकाम्यया । विना अन्नैर्विना दर्भैर्विना चासनमेव वा

Demi kesejahteraan umat, Dharmaputra mewartakan hal ini—bahkan tanpa persembahan makanan, tanpa rumput darbha, dan bahkan tanpa alas duduk pun (tetap berdaya).

Verse 12

तोयेन नाशमायाति कोटिजन्मकृतं त्व घम् । सहस्रमुरुशृंगीणां धेनूनां कुरुजांगले । दत्त्वा सूर्यग्रहे पुण्यं धर्मवाप्यां च तर्पणाम्

Hanya dengan air, dosa yang terkumpul selama sepuluh juta kelahiran pun musnah. Pahala menyedekahkan seribu sapi bertanduk lebar di Kuru-jāṅgala, dan pahala pada saat gerhana matahari—juga diperoleh dengan melakukan tarpaṇa di Dharma-vāpī.

Verse 13

एतद्वः कथितं सर्वं धर्मारण्यस्य चेष्टितम् । यच्छ्रुत्वा ब्रह्महा गोघ्नो मुच्यते सर्वपातकैः

Demikianlah telah kukisahkan seluruh kemuliaan dan riwayat suci Dharmāraṇya. Mendengarnya, bahkan pembunuh brāhmaṇa atau pembunuh sapi pun terbebas dari segala dosa.

Verse 14

एकविंशतिवारैस्तु गयायां पिंडपातने । तत्फलं समवाप्नोति सकृदस्मिञ्छ्रुते सति

Dengan melakukan piṇḍa-dāna di Gayā dua puluh satu kali, seseorang memperoleh buahnya; namun buah yang sama juga didapat hanya dengan mendengar kisah suci ini sekali saja.