
Aindra stuti: Indra’s empowerment of the singer and the yajña’s solar splendor as the vehicle of prosperity and ṛta
Indra
Uplifting forceful and expansive—suited to Aindra praise with a bright solar sheen in the middle verses
R̥ṣi not specified in the input; the diction aligns with common Ṛgvedic Aindra praise and later Sāmavedic selection for Udgītha performance rather than a single explicit family attribution here.
Pujian Aindra: Indra sebagai radāvasu (pemberi kekayaan) menganugerahkan daya dan menetapkan sang stotṛ agar mampu melantunkan stotra dengan benar. Kemurnian ritus dan penolakan terhadap pāpa menjadi syarat agar pujian berdaya guna. Bagian tengah menampilkan citra Surya/Suparṇa—kilau bhānu, cahaya keemasan (hiraṇyātká)—yang menegaskan kuasa terang yang berjalan selaras musim (ṛtu) dan tatanan kosmis (ṛta). Yajña dipersonifikasikan sebagai penopang jagat (dhartṛ) dan tuan umat (viśpati); dari daya cemerlang itu lahir medhā, kecerdasan penyempurna ritus, yang berbuah kemakmuran dan kelimpahan
Mantra 1
अभि वाजी विश्वरूपो जनित्रं हिरण्ययं बिभ्रदत्कं सुपर्णः सूर्यस्य भानुमृतुथा वसानः परि स्वयं मेधमृज्रो जजान
Sang Suparṇa yang perkasa, berwujud-serba, mengenakan busana keemasan; pada waktunya menyandang sinar Surya; ia sendiri melingkupi janitraṃ, sumber kelahiran; dan yang kemerah-merahan itu melahirkan medhā, kecerdasan yajña.
Mantra 2
शिक्षेयमिन्महयते दिवेदिवे राय आ कुहचिद्विदे न हि त्वदन्यन्मघवन्न आप्यं वस्यो अस्ति पिता च न
Semoga hari demi hari aku belajar meraih rāyaḥ, kekayaan, dari Dia yang membesarkan; aku tak mengetahui ke mana lagi: sebab, wahai Maghavan, selain Engkau bagi kami tiada anugerah yang lebih baik dapat diraih, dan tiada pula ayah.
Mantra 3
अयं सहस्रा परि युक्ता वसानः सूर्यस्य भानुं यज्ञो दाधार सहस्रदाः शतदा भूरिदावा धर्त्ता दिवो भुवनस्य विश्पतिः
Inilah yajña ini, berselimut daya yang terpasang seribu kali; ia menegakkan sinar Surya; memberi ribuan, memberi ratusan, memberi berlimpah—ia penopang langit, penguasa dunia, dan tuan bagi umat manusia.
It teaches that effective praise is enabled by Indra and must be joined with moral restraint; when performed in right order, the yajña shines with solar power and brings abundance.
The solar imagery expresses the luminous, seasonally ordered power (ṛtu/ṛta) that the ritual channels; it magnifies the stotra’s efficacy while Indra remains the chief giver of strength and reward.
In this ritual context, medhā is not just intellect but the rite-perfecting, sacrifice-accomplishing faculty—clarity and capacity that makes the offering succeed and bear fruit.