
Aindra victory-power that removes obstacles and secures auspicious gain in the Soma rite
Indra
Heroic and propulsive with an auspicious ‘opening’ brightness where Uṣas-verses appear
R̥ṣi attributions are not provided in the input; proper identification requires RV source mapping/anukramaṇī for each mantra and the Sāmavedic gāna assignment for this prapāṭhaka/daśati.
Dasati ini memuliakan daya kemenangan Indra: pemecah rintangan dan pelindung dalam pertarungan, agar upacara Soma berhasil dan menghadirkan perolehan yang mujur. Ia juga menolak para pencela serta ujaran permusuhan yang mengganggu yajña. Uṣas (Fajar) dipanggil untuk memasang kuk pada kuda-kuda, datang membawa terang pembuka, menggerakkan ritus dan mendatangkan kemakmuran. Lalu Soma Pavamāna—Soma yang telah dimurnikan—mengalir melalui saringan wol (vāra), berputar dan meresap ke segenap arah, meliputi para dewa dengan kegembiraan (mada) dan menguatkan persembahan. Kemanjuran ritus dipahami sebagai penaklukan ilahi: Indra meremukkan penghalang, Soma yang tersaring memberi daya pada keberhasilan persembahan, dan Fajar menandai pembukaan yang auspisius bagi yajamāna.
Mantra 1
इन्द्राय सोम पातवे वृत्रघ्ने परि षिच्यसे
Wahai Soma, engkau dicurahkan melimpah bagi Indra untuk diminum—bagi Vṛtraghna, sang pembunuh Vṛtra.
Mantra 2
उषो अद्येह गोमत्यश्वावति विभावरि रेवदस्मे व्युच्छ सूनृतावति
Wahai Uṣas, hari ini datanglah kemari, kaya akan sapi dan kaya akan kuda; wahai Vibhāvarī, yang menerangi luas; wahai yang makmur dan terpuji, bersinarlah, beranugerah sūnṛtā, bagi upacara kami.
Mantra 3
परि त्यं हर्यतं हरिं बभ्रुं पुनन्ति वारेण यो देवान्विश्वां इत्परि मदेन सह गच्छति
Mereka menyucikan, dengan penyaring wol, Soma yang diidamkan—kuning keemasan, kemerahan—yang, bersama madā (kegirangan suci), melaju mengitari semua dewa.
It links ritual success to divine power: Indra breaks impediments and defeats hostility, while the rite is auspiciously opened by Uṣas and energized by purified Soma.
Uṣas signals the rite’s timely beginning and brings “saubhaga” (prosperities), and Soma—once filtered and exhilarating—becomes the shared power that reaches the gods and supports Indra’s victory-giving role.
Sāyaṇa takes vṛtra as “āvaraṇa” (obstruction), so vṛtratūrasi means Indra has the power to break through impediments—especially those that hinder the sacrifice and its intended results.