
Aindra stuti: Indra’s increase through purified stomas and the ocean-like expansion of his true power
Indra
Exalting and expansive—beginning with intimate self-offering of praise and widening into vast oceanic majesty
No single ṛṣi is named in the provided data; the second verse foregrounds a collective ṛṣi-tradition emphasizing cumulative potency from repeated stotras across seer-lines.
Stuti Aindra: melalui stoma/pujian yang dibentuk untuk dilagukan, disucikan dan bercahaya, daya Indra yang benar dan tak pernah gagal ditingkatkan serta dimanifestasikan di dalam yajña; kemegahannya mengembang laksana samudra lewat stotra yang diulang oleh banyak ṛṣi, dan kedaulatan para imam (vipra-rājya) ditegakkan oleh resitasi serta nyanyian yang tepat, demi kemenangan, kekuatan, dan kelimpahan bagi sang yajamāna
Mantra 1
इमा उ त्वा पुरूवसो गिरो वर्धन्तु या मम पावकवर्णाः शुचयो विपश्चितो ऽभि स्तोमैरनूषत
Semoga puji-pujianku ini menambah kemuliaanmu, wahai tuan berlimpah harta; pujian yang bercahaya menyucikan, murni—yang oleh para bijak telah dinyanyikan dengan stoma-stoma.
Mantra 2
अयं सहस्रमृषिभिः सहस्कृतः समुद्र इव पप्रथे सत्यः सो अस्य महिमा गृणे शवो यज्ञेषु विप्रराज्ये
Inilah (Indra), yang digagahkan oleh seribu ṛṣi, telah mengembang laksana samudra—benar, tak pernah gagal. Kebesarannya, kekuatannya, kuwartakan dalam yajña-yajña, dalam kedaulatan para vipra.
It teaches that ritually pure, correctly formed stomas (chantable praises) are not just poetry—they actively ‘augment’ Indra and make his strength present in the sacrifice.
It points to the cumulative force of many ṛṣis’ repeated stotras: the tradition of continual correct praise builds and displays Indra’s power, described as spreading like the ocean.
It is the sphere of priestly dominion—where the vipras ‘rule’ through accurate recitation and Sāman-chant, and where Indra’s greatness is proclaimed effectively in yajña.