
Aindra victory-hymns framed as auspiciousness and ritual correctness—Indra’s unfailing power awakened by praise and ordered sacrifice
Indra
Uplifting martial-auspicious (jayatrī tone) with a strong ‘victory’ drive tempered by benedictory openings
R̥ṣi attribution is not supplied in the input; these mantras are Rigvedic in origin but require external mapping to assign a specific seer family for this dashati.
Dasati ini memuat kidung-kidung kemenangan bagi Indra, dibingkai oleh kemujuran dan ketepatan ritus—membangunkan daya Indra yang tak tergoyahkan melalui pujian dan kurban yang tertata. Ia dibuka dengan seruan “bhadra/berkah” agar Agni, persembahan, upacara, dan puji-pujian menjadi mujur serta tanpa cacat; lalu menguat menuju citra kereta perang, tali kekang, dan penjagaan arah timur sebagai penetapan orientasi ritus. Selanjutnya tampil motif pengambilan kembali harta yang ditahan (Paṇi) dan pemurniannya menurut ṛta melalui Mātṛs (“Para Ibu”/daya ilahi), sehingga persembahan/kekayaan menjadi suci dan layak dinikmati para dewa. Penutup menegaskan vajra yang tak meleset, keteguhan dalam laga (anapacyutā), serta “penetapan” daya-hidup (vayaḥ) lewat tatanan tiga-lapis—menyatakan bahwa pujian yang selaras dengan ṛta adalah daya nyata yang memurnikan harta, menguatkan tenaga, dan menjadikan Indra pasti menang.
Mantra 1
भद्रो नो अग्निराहुतो भद्रा रातिः सुभग भद्रो अध्वरः भद्रा उत प्रशस्तयः
Semoga Agni, ketika dipanggil, membawa keberuntungan bagi kami; semoga anugerah itu mujur, wahai yang penuh berkah; semoga yajña ini mujur; dan mujur pula puji-pujian ini.
Mantra 2
भद्रं मनः कृणुष्व वृत्रतूर्ये येना समत्सु सासहिः अव स्थिरा तनुहि भूरि शर्धतां वनेमा ते अभिष्टये
Wahai (Engkau), jadikanlah bagi kami manas yang bhadra, untuk kemenangan atas Vṛtra; dengan itu, dalam samat (pertempuran), Engkau membuat kami menang. Bentangkanlah ke bawah pertahanan yang teguh melawan banyak bala, agar kami meraih perkenan-Mu bagi abhiṣṭi (cita yang diidamkan).
Mantra 3
त्वं ह त्यत्पणीनां विदो वसु सं मातृभिर्मर्जयसि स्व आ दम ऋतस्य परावतो न साम तद्यत्रा रणन्ति धीतयः त्रिधातुभिररुषीभिर्वयो दधे रोचमानो वयो दधे . 1592
Engkau sungguh, wahai Indra, mengetahui harta kaum Paṇi; bersama para Ibu (Mātṛ), engkau menyucikannya di kediamanmu sendiri, di singgasana ṛta. Bagi kami itulah Sāman, tempat pikiran-pikiran bakti bergema; dengan tatanan tiga-lapis, dengan daya-daya kemerah-merahan, ia—yang bercahaya—menegakkan vayo (daya hidup); ia menegakkan vayo.
Agni is invoked to make the sacrifice, gifts, and recitation ‘bhadra’ (auspicious and faultless). That ritual purity is the foundation for successfully energizing Indra through the subsequent stotra.
The Paṇis symbolize withheld or hidden wealth. The verse portrays Indra, together with the ‘Mothers’ (divine sustaining powers), as purifying and restoring that wealth within the order of ṛta, making it fit for divine and ritual use.
To align praise (uktha/stotra) with ṛta so that Indra is exhilarated for victory and remains ‘anapacyutā’ (unfailing) in contests, while the rite stays auspicious and effective.