
Agni as the divinely installed Hotṛ who empowers sacrifice and grants victory and sustenance
Agni
Invocatory and energizing with a martial-prosperity tone (victory/prize motifs)
R̥ṣi attribution is not provided in the input; the diction is standard Agni-stuti style emphasizing hotṛtva and prosperity motifs rather than a distinctive family signature.
Agni, yang ditetapkan oleh para Deva sebagai Hotṛ yang berwibawa dalam semua yajña, adalah daya ilahi batin dari ritus: ketika manusia berupacara dengan benar, Agni mengantarkan persembahan dan mengubah kurban menjadi kemenangan serta kesejahteraan yang lestari. Mohon Ia menggerakkan dan melindungi, menolong dalam pertarungan dan perolehan hadiah, menganugerahkan kemenangan, ganjaran dan pangan, serta kemakmuran yang terus-menerus bagi semua suku—bersama kuda-kuda dan para imam yang bekerja sama menurut tata yang benar
Mantra 1
त्वमग्ने यज्ञानां होता विश्वेषां हितः देवेभिर्मानुषे जने
Engkau, wahai Agni, adalah Hotṛ bagi segala yajña, yang ditetapkan oleh para dewa di tengah umat manusia.
Mantra 2
न किरस्य सहन्त्य पर्येता कयस्य चित् वाजो अस्ति श्रवाय्यः
Tiada penyerang yang mampu mengalahkan (anugerahmu) terhadap siapa pun; hadiah-kemenangan itu termasyhur, layak dipuji dan dinyanyikan.
Mantra 3
स वाजं विश्वचर्षणिरर्वद्भिरस्तु तरुता विप्रेभिरस्तु सनिता
Semoga ia meraih vāja (hadiah kemenangan), ia yang bagi segenap suku manusia; semoga ia menjadi penakluk bersama kuda-kuda; semoga ia menjadi peraih kemenangan bersama para vipra (imam-penyair).
It presents Agni as the Hotṛ of all sacrifices—installed by the gods among humans—and asks him to turn ritual effort into victory, prizes, and lasting nourishment.
These images point to both real-world success and ritual success: Agni’s favor helps one overcome obstacles and attain the ‘prize’ of prosperity and sacrificial fruit.
Sāyaṇa’s sense is that the human Hotṛ and other priests succeed because Agni is the true divine priest present in the fire; correct officiation becomes effective through him.