
The Victory (Conquest) of Amarāvatī
Para daitya yang kalah bangkit dari Pātāla dan mendatangi Bhārgava (Śukra), sehingga teringat kembali peristiwa pengadukan samudra serta pemenggalan kepala Rāhu. Jalandhara, putra Samudra, mengutus Ghasmara kepada Indra untuk menuntut penjelasan tentang pengadukan dan permata-permata yang muncul darinya. Jawaban Indra dan keterangan Īśvara makin menajamkan permusuhan. Perang pun meletus di Amarāvatī. Śukra menghidupkan kembali para daitya dengan saṃjīvanī, sedangkan Aṅgiras berulang kali memulihkan para dewa dengan ramuan dari wilayah Gunung Droṇa. Ketika hal ini diketahui, Jalandhara merebut Gunung Droṇa dan melemparkannya ke samudra, memutus keunggulan para dewa. Para dewa melarikan diri; Jalandhara memasuki Amarāvatī, menempatkan para asura pada jabatan-jabatan, dan memaksa pihak Indra bersembunyi. Demikianlah “kemenangan atas Amarāvatī” ditampilkan sebagai penaklukan asura yang sementara dalam rangkaian kisah Kārtika-māhātmya.
No shlokas available for this adhyaya yet.