
Origin of the Discus Formed from the Gods’ Divine Energy
Yudhiṣṭhira bertanya kepada Nārada apa yang dilakukan para dewa setelah Jālandhara merebut surga. Kehilangan amṛta dan bagian persembahan yajña, para dewa mendatangi Brahmā yang sedang tenggelam dalam prāṇāyāma dan semadi. Brahmā lalu membawa mereka ke Kailāsa untuk memohon pertolongan Śiva; pujian dipanjatkan dan Nandin memanggil mereka masuk. Kemudian dihimpunlah gabungan daya ilahi: energi Brahmā laksana brahmāstra, sinar agung Śiva yang bermata tiga, serta tejas kolektif para dewa; pada saat itu Śrī Viṣṇu (Janārdana/Keśava) datang memancarkan cahaya Vaiṣṇava. Kilau yang tak tertanggungkan itu menyingkap peristiwa dahsyat—Śiva menari langkah bhramarī di atas pancaran tersebut, dan dari hentakan-Nya lahirlah cakra (cakram), senjata tertinggi yang berasal dari energi suci bersama, lalu dipegang, disembunyikan, dan dikisahkan lenyap dari pandangan.
No shlokas available for this adhyaya yet.