
Rāma’s Consecration (Abhiṣeka), Śiva’s Hymn to Sītā–Rāma, and the Hymn’s Phalaśruti
Adhyaya ini menggambarkan penobatan kerajaan (abhiṣeka) Śrī Rāmacandra pada saat yang sangat mujur. Vasiṣṭha dan para ṛṣi utama melaksanakan upacara dengan mantra, homa, air suci, serta bahan-bahan maṅgala. Rāma dan Sītā didudukkan di singgasana dalam kemegahan, disertai pertanda-pertanda surgawi; Lakṣmaṇa, Bharata, Śatrughna, Sugrīva, Jāmbavān, Hanumān, dan Vibhīṣaṇa melayani tugas-tugas ritual. Tersentuh oleh bhakti, Śaṅkara (Mahādeva) melantunkan stuti agung kepada Sītā–Rāma: Rāma dipuji sebagai Brahman Tertinggi, dan Sītā sebagai Śakti/Lakṣmī, serta dipadankan dengan berbagai pasangan ilahi seperti Viṣṇu–Śrī dan Śiva–Gaurī. Setelah itu Rāma menjelaskan phalaśruti himne tersebut—memberi perlindungan, kemakmuran, kemenangan, dan siddhi yang cepat. Para dewa dan para pengiring pun berpamitan sambil terus melafalkan stotra itu.
No shlokas available for this adhyaya yet.