
The Manifestation of Vāmana (and Trivikrama), Bali’s Gift, and Gaṅgā’s Sanctifying Origin
Mahādeva menuturkan kepada Umā bahwa Viṣṇu menjelma sebagai Vāmana, lahir dari Aditi. Para dewa memuji-Nya dan mengutus-Nya ke yajña Raja Bali. Bali menyambut brahmacārin itu dengan penghormatan penuh dan, meski diperingatkan Śukrācārya bahwa peminta itu adalah Viṣṇu, tetap berjanji memberi tanah seluas tiga langkah. Vāmana lalu membesar menjadi Trivikrama; dengan dua langkah Ia menutupi bumi dan surga. Ketika Brahmā membasuh kaki-Nya, terpancarlah air suci tak habis-habis yang menjadi Gaṅgā, mengalir pada berbagai tataran kosmis sebagai Mandākinī, Bhogavatī, dan Gaṅgā. Melihat, menyentuh, meminum, atau menyebut namanya pun dikatakan menyucikan. Pada akhirnya Viṣṇu menganugerahkan Rasātala bagi kaum Dānava, memberi Bali kedaulatan yang langgeng, memulihkan kekuasaan Indra, lalu menarik kembali wujud-Nya; Mahādeva menutup kisah kemuliaan Vāmana ini.
No shlokas available for this adhyaya yet.