Adhyaya 50
Patala KhandaAdhyaya 500

Adhyaya 50

Dialogue of Suratha and the Messengers (Embassy over the Aśvamedha Horse)

Pada saat Aśvamedha Śrī Rāma berlangsung, Śatrughna mendengar bahwa kuda kurban telah dirampas dan para prajuritnya dihina. Amarah pun bangkit, namun Sumati sang menteri menegaskan dūta-nīti: utusan dapat menuntaskan perkara yang tidak selalu dapat diselesaikan dengan kekuatan senjata. Maka Śatrughna mengutus Aṅgada/Hariśvara, putra Vāli, menuju kota Kuṇḍala yang diperintah raja kṣatriya dharmika bernama Suratha, termasyhur sebagai pemuja telapak kaki Rāma. Di balairung Suratha, sang utusan memperkenalkan diri dan menuntut pengembalian kuda; bila tidak, ia memperingatkan bahaya perang besar yang membawa kehancuran. Aṅgada menegur keangkuhan Suratha, menyebutkan kepahlawanan Śatrughna serta kesetiaan para vānaras, dan mendesak agar Suratha tunduk secara benar kepada Rāma serta mengembalikan tunggangan suci itu. Bab ini menutup dengan ajaran bahwa śaraṇāgati kepada Rāma adalah jalan tertinggi, dan penyelesaian ditempuh melalui penyampaian pesan kembali kepada Śatrughna.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.