Adhyaya 114
Patala KhandaAdhyaya 1140

Adhyaya 114

Gautama’s Hermitage, the Śiva-liṅga Worship Manual, and the Śiva–Viṣṇu–Hanumān Devotional Drama

Rama melihat sosok bercahaya di angkasa dengan para pendamping wanita, lalu bertanya kepada Śiva tentang kebajikan apa yang melahirkan kemuliaan demikian. Śiva pun menuturkan kisah āśrama Gautama yang luar biasa, penuh kemegahan tapa dan daya suci pemujaan. Selanjutnya bab ini menjadi pedoman padat pemujaan Śiva: penataan ruang pemujaan, perlengkapan, abhiṣeka (pemandian suci), ajaran āvaraṇa (lapisan/penutup), patrikā berkelopak delapan, pemakaian rudrākṣa, dupa dan pelita, naivedya, nīrājana, tāmbūla, serta musik dan tari sebagai persembahan. Datanglah sidang agung—Nārada, Bāṇa, Śukra, Prahlāda, Bali, dan lainnya—melakukan pemujaan; lalu terjadi rangkaian dramatis kematian dan kebangkitan yang berujung pada anugerah. Kisah menonjolkan saling hormat Śiva–Viṣṇu, permainan ilahi, dan pengangkatan Hanumān sebagai teladan bhakta. Bagian akhir memperinci tata cara mandi abu suci, mantra-nyāsa, diagram altar, tempat duduk, meditasi, dan dhārā-snāna, menegaskan pemujaan sebagai laku lahiriah sekaligus penyucian yogis batiniah.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.