
The Greatness of Śiva-Worship: From Grief and Anger to Śiva’s Grace (Agniśikha/Jvālāmukha Origin)
Rāma memohon kepada Śambhu (Śiva) agar menjelaskan jati diri dan asal-usul Agniśikhā, gaṇa yang menyala seperti api. Śiva menuturkan kisah berlapis: seorang raja kṣatriya hancur oleh kerugian, utang, dan kematian putranya, lalu tenggelam dalam duka dan amarah; ia dinasihati menahan ratap dan mencari kesejahteraan yang kekal. Ia mendatangi Vasiṣṭha di Vārāṇasī, dan diarahkan untuk memuja Viśveśvara (liṅga Śiva), seraya ditegaskan bahwa persembahan yang sederhana pun dapat mengantar pada pembebasan. Dikisahkan pula Lubdhaka, seorang pemburu, yang bhaktinya sangat keras dan tak teratur namun tulus, hingga ia mempersembahkan dirinya; Śiva menampakkan diri dan mengangkatnya beserta keluarganya ke Śivaloka. Sang raja memperoleh kembali kedaulatan melalui pelayanan di kuil, tetapi kemudian membakar kuil karena amarah, sehingga perlu penebusan dosa dan pemujaan ulang—menunjukkan kuatnya karma dan daya pemurni bhakti. Peristiwa tuduhan dan hukuman (episode pelacur istana), serta pernyataan Vīrabhadra, menjadi sebab kemunculan Jvālāmukha/Agniśikhā. Bab ini menutup dengan ajaran bahwa memaafkan adalah jalan kebahagiaan di sini dan kelak, dan menjanjikan Śivaloka bagi mereka yang mendengarkan kisah ini setiap hari.
No shlokas available for this adhyaya yet.