Adhyaya 24
Kriyayoga SaraAdhyaya 240

Adhyaya 24

The Glory of Tulasī (Holy Basil) and Dhātrī/Āmalakī (Indian Gooseberry)

Setelah mendengar pahala Ekādaśī, Jaimini memohon kepada Vyāsa agar menjelaskan kemuliaan Tulasī. Vyāsa (dengan suara ajaran) menegaskan bahwa Tulasī adalah tempat suci ilahi, tempat bersemayamnya Viṣṇu, para dewa, serta berbagai tīrtha (tempat ziarah suci). Bab ini merinci bentuk-bentuk sevā bhakti: menyiram, memberi naungan, mempersembahkan pelita saat senja, menyapu dan membersihkan pangkal, menanam serta melindungi tanaman—beserta buahnya, dari pemusnahan dosa dan kemakmuran hingga mokṣa. Disertakan pula mantra liturgis dan aturan memetik daun tanpa menimbulkan “rasa sakit” bagi Viṣṇu, menekankan ahimsā dan penghormatan. Kemudian Tulasī disejajarkan dengan Dhātrī/Āmalakī (amalaka), dinyatakan sama-sama pokok bagi keberhasilan ritual. Perbuatan yang dilakukan di tempat keduanya hadir menjadi tak binasa; sedangkan tempat tanpa keduanya dianggap najis dan gersang secara rohani.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.