
The Glory of Charity (Supremacy of All Gifts in Kali Yuga)
Adhyaya ini menempatkan dāna (sedekah) sebagai dharma tertinggi pada Kali Yuga, melampaui tapa. Tapa dapat menimbulkan dosa bila disertai kesombongan atau kekerasan, sedangkan memberi pada hakikatnya tidak menyakiti. Di antara semua pemberian, anna-dāna (sedekah makanan) dan jala-dāna (sedekah air) dipuji sebagai anugerah yang menghidupkan. Dikisahkan di Hastināpura: Ratividagdhā, seorang pelacur istana yang bertobat, Kṣemaṃkarī, janda brāhmaṇa, dan brāhmaṇa kaya Hariśarmā wafat pada waktu berdekatan. Utusan Yama, Caṇḍa, membawa mereka ke Dharmapura; Citragupta mengaudit karma mereka. Walau dosa Ratividagdhā besar, sedekah makanannya menghapus beban karma; dan sedekah air Kṣemaṃkarī yang pernah ia lakukan sejak kecil pun menebusnya. Yama lalu mengirim keduanya ke kediaman Viṣṇu. Hariśarmā menerima kehormatan ilahi, namun karena kikir ia tidak memperoleh santapan; Brahmā mengajarkan bahwa harta yang tidak dinikmati dengan benar dan tidak pula didermakan menjadi sia-sia sebagai pahala. Bab ini menutup dengan daftar dāna utama—tanah, sapi, emas, kitab, pengetahuan, dan lainnya—beserta buahnya, serta ajakan berdāna demi menyenangkan Lakṣmīpati (Viṣṇu).
No shlokas available for this adhyaya yet.