Adhyaya 17
Kriyayoga SaraAdhyaya 170

Adhyaya 17

Granting of the Boon of an Auspicious Body at Puruṣottama-kṣetra (and the Power of Hari-bhakti and the 108 Names)

Vyāsa menuturkan kepada Jaimini bahwa Hari-bhakti adalah penyuci tertinggi, terutama di kota Puruṣottama-kṣetra tempat Keśava bersemayam. Kisah berpusat pada Bhadratanu, seorang brāhmaṇa yang jatuh dalam kenikmatan indria, melalaikan kewajiban Weda, bahkan pada hari śrāddha berniat mendatangi seorang pelacur. Saat tersadar, ia terguncang, malu, dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Ia terlebih dahulu memuliakan resi Mārkaṇḍeya, lalu menerima dari guru-resi Dāṃta tuntunan kriyā-yoga yang praktis: pelepasan diri secara etis, pelayanan di mandir, pañca-mahā-yajña, japa-mantra, serta pembacaan 108 Nama Viṣṇu dengan viniyoga dan meditasi yang ditetapkan. Setelah lima hari pemujaan penuh bhakti, Śrī Bhagavān Hari menampakkan diri, menerima stuti dan penebusan dosanya, menganugerahkan bhakti yang teguh lintas kelahiran, dan menjalin persahabatan dengannya. Dāṃta pun kemudian memperoleh darśana, dan bab ini menutup dengan pujian atas kelahiran manusia serta Bhārata-varṣa sebagai ladang langka tempat pemujaan berbuah mokṣa.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.