Udyoga-parva Adhyāya 50 — Dhṛtarāṣṭra’s Appraisal of Bhīmasena (भीमसेनभयवर्णनम्)
उद्दिश्य नागान् पतत: कुर्वतो भैरवान् रवान् । प्रतीपं पततो मत्तान् कुज्जरान् प्रतिगर्जतः
dhṛtarāṣṭra uvāca | uddiśya nāgān patataḥ kurvato bhairavān ravān | pratīpaṃ patato mattān kuñjarān pratigarjataḥ |
Ketika ia menerjang para gajah sambil mengaum mengerikan; ketika ia menyergap para gajah mabuk yang lari berlawanan arah dan menjawab terompet mereka dengan tantangannya yang menggelegar—maka, menyala bagaikan api, ia akan menerobos barisan para kesatria kereta perangnya dan menumbangkan para jawara satu demi satu. Dalam saat demikian, bagaimana putra-putraku dapat tetap hidup di tangannya?
धृतराष्ट उवाच
The verse highlights the moral psychology of impending war: adharma-driven choices breed fear and foreboding. Dhṛtarāṣṭra’s anxiety reflects how attachment to one’s sons and refusal to restrain injustice leads to dread of inevitable consequences.
Dhṛtarāṣṭra imagines Bhīma’s battlefield fury—charging elephants and roaring back at them—then breaking into the Kaurava chariot ranks to kill select warriors. He asks how his sons could survive such a blazing, unstoppable assault.