Sanatsujāta–Dhṛtarāṣṭra Saṃvāda: Pramāda as Mṛtyu
Chapter 42
दम, त्याग और अप्रमाद--इन तीन गुणोंमें अमृत-का वास है। जो मनीषी (बुद्धिमान) ब्राह्मण हैं, वे कहते हैं कि इन गुणोंका मुख सत्यस्वरूप परमात्माकी ओर है (अर्थात् ये परमात्माकी प्राप्तिके साधन हैं) ।।
dama-tyāga-apramādāḥ—ete trayo guṇā amṛtasya vāsaḥ | ye manīṣiṇaḥ brāhmaṇāḥ, te vadanti—eteṣāṃ guṇānāṃ mukhaṃ satya-svarūpaṃ paramātmānam prati (tad-prāpti-sādhanatvāt) || damo hi aṣṭādaśa-guṇaḥ; pratikūlaṃ kṛtākṛte | anṛtaṃ cābhyasūyā ca kāmārthaś ca tathā spṛhā ||
Sanatsujāta mengajarkan: tiga laku—pengendalian diri, pelepasan, dan kewaspadaan tanpa kelengahan—adalah tempat bersemayamnya ‘keabadian’. Para Brahmana bijak menyatakan bahwa kebajikan-kebajikan ini menghadap kepada Sang Diri Tertinggi yang hakikat-Nya adalah Kebenaran; yakni sarana langsung untuk menyadari Kebenaran. Ia menambahkan bahwa pengendalian diri adalah kebajikan yang menyeluruh: menentang perbuatan salah maupun kelalaian yang salah, serta berdiri melawan dusta, iri-dengki, nafsu akan kenikmatan dan keuntungan, dan kerakusan.
सनत्युजात उवाच
Immortality (the deathless highest good) is ‘inhabited’ by three disciplines: self-restraint (dama), renunciation (tyāga), and vigilant non-negligence (apramāda). These virtues are oriented toward the Truth-natured Supreme Self and function as practical means to realize that reality.
In the Udyoga Parva’s Sanatsujātīya discourse, Sanatsujāta instructs on spiritual and ethical foundations amid the political crisis leading to war. Here he emphasizes inner discipline—especially self-control—as the antidote to moral failings like falsehood, envy, and craving, redirecting the listener toward truth and liberation.