Vidura-nīti: Atithi-dharma, Trust, Counsel-Secrecy, and Traits of Sustainable Rule
Udyoga Parva, Adhyāya 38
यत् पृथिव्यां ब्रीहियवं हिरण्यं पशव: स्त्रिय: । नालमेकस्य तत् सर्वमिति पश्यन् न मुहृति
yat pṛthivyāṃ brīhiyavaṃ hiraṇyaṃ paśavaḥ striyaḥ | nālam ekasya tat sarvam iti paśyan na muhṛti ||
Di bumi ini, sebanyak apa pun padi dan jelai, emas, ternak, bahkan perempuan—semuanya itu tetap tidak cukup untuk memuaskan nafsu seorang manusia. Orang yang melihat kebenaran ini dengan jernih tidak jatuh ke dalam delusi; karena ia memahami bahwa hasrat pada hakikatnya tak pernah kenyang, maka ia menahan diri di jalan dharma.
विदुर उवाच
Desire is limitless: even the totality of worldly goods cannot fully satisfy a single person. Recognizing this, a wise person avoids moha (delusion) and practices restraint, choosing dharma over endless acquisition.
In Udyoga Parva, Vidura is giving moral counsel (Vidura-nīti) during the tense pre-war negotiations. He warns against greed and attachment, urging clear discernment so that leaders do not act from delusion and thereby invite ruin.