हंस–साध्यसंवादः, वाक्-निग्रहः, महाकुल-लक्षणम्, शान्ति-उपायः
Hamsa–Sādhya Dialogue; Restraint of Speech; Marks of Noble Lineage; Means to Peace
घृणी राजा पुंश्चली राजभृत्य: पुत्रो भ्राता विधवा बालपुत्रा । सेनाजीवी चोद्धृत भूतिरेव व्यवहारेषु वर्जनीया: स्युरेते
ghṛṇī rājā puṁścalī rājabhṛtyaḥ putro bhrātā vidhavā bālaputrā | senājīvī coddhṛtabhūtir eva vyavahāreṣu varjanīyāḥ syur ete ||
Vidura menasihati: dalam urusan transaksi dan perkara duniawi, janganlah berikat urusan dengan orang-orang tertentu—raja yang terlalu sentimentil, perempuan yang tidak setia, pegawai raja, anak sendiri, saudara sendiri, janda yang menanggung anak-anak kecil, prajurit yang hidup dari perang, serta orang yang hak atau hartanya telah dirampas. Keadaan mereka—karena ketergantungan, keberpihakan, atau ketidakstabilan—mudah menimbulkan sengketa; maka kehati-hatian adalah kebajikan dalam urusan tukar-menukar.
विदुर उवाच
Vidura teaches practical nīti: in matters of contracts, money, and litigation, avoid dealings with persons whose dependence, volatility, or vulnerability tends to produce coercion, bias, or conflict—so that dharma is protected through prudent conduct.
In Udyoga Parva, Vidura delivers counsel on statecraft and ethical living. Here he lists categories of people with whom one should not engage in formal transactions, as part of broader guidance meant to prevent quarrels and injustice during a tense political moment.