Adhyāya 128 — Proposal to Restrain Keśava; Sātyaki’s Warning and Vidura–Dhṛtarāṣṭra Counsel
याभ्यां हि देवा: स्वर्यातुः स्वर्गस्य पिदधुर्मुखम् । बिभ्यतो5नुपरागस्य कामक्रोधौ सम वर्धिती
yābhyāṃ hi devāḥ svaryātuḥ svargasya pidadhur mukham | bibhyato 'nuparāgasya kāmakrodhau sama-vardhitī ||
Vaiśampāyana berkata: Oleh dua hal inilah—nafsu dan amarah—bahkan para dewa yang bergerak di surga menutup gerbang surga. Bagi orang yang takut kehilangan pengendalian diri dan ternoda oleh gairah, dua kekuatan kembar ini, bila dipupuk sama kuat, menjadi sebab kejatuhan.
वैशम्पायन उवाच
Desire (kāma) and anger (krodha), when cultivated together, overpower discernment and can bar even the path to heaven; therefore restraint and vigilance against passion are essential to dharma.
Vaiśaṃpāyana delivers a moral observation within the Udyoga Parva’s counsel-filled context: he highlights how destructive impulses like desire and anger can ruin even exalted beings, underscoring the need for self-mastery amid rising conflict.