Strī Parva, Adhyāya 2 — Vidura’s Consolation on Kāla, Karma, and the Limits of Lamentation (विदुरोपदेशः)
चिन्त्यमानं हि न व्येति भूयश्चापि प्रवर्धते । यदि अपनेमें पराक्रम देखे तो शोक न करते हुए शोकके कारणका निवारण करनेकी चेष्टा करे। दुःखको दूर करनेके लिये सबसे अच्छी दवा यही है कि उसका चिन्तन छोड़ दिया जाय, चिन्तन करनेसे दुःख कम नहीं होता बल्कि और भी बढ़ जाता है
cintyamānaṃ hi na vyeti bhūyaścāpi pravardhate |
Kesedihan tidak lenyap bila terus direnungkan; justru kian bertambah. Maka, bila seseorang melihat kekuatan dalam dirinya, jangan tenggelam dalam duka, melainkan berusaha menyingkirkan sebab dukanya. Obat terbaik bagi derita ialah meninggalkan renungan yang melekat itu; sebab dengan memikirkannya berulang-ulang, penderitaan tidak berkurang—malah meningkat.
विदुर उवाच
Brooding over sorrow does not cure it; it amplifies it. One should cultivate inner resolve and work to remove the cause of grief rather than feeding it through repeated rumination.
In the Strī Parva’s aftermath of the war, Vidura offers practical moral counsel: he urges restraint of mind and purposeful action, advising that grief should be met with inner strength and remedial effort, not endless lamentation.