Yuddha-yajña-vyākhyāna (The Battle as Sacrifice): Ambarīṣa–Indra Saṃvāda
नदी योधस्य संग्रामे तदस्याव भृथं स्मृतम् । जिस योद्धाके युद्धरूपी यज्ञमें रक्तकी नदी प्रवाहित होती है
nadī yodhasya saṅgrāme tad asyāva bhṛthaṃ smṛtam |
Ambarīṣa berkata: Bagi seorang kesatria, sungai yang mengalir di medan laga—sungai darah—dipandang sebagai avabhṛtha-snāna, mandi penyucian penutup suatu yajña. Bagi dia yang telah memasuki perang sebagai yajña, arus itu—meski mengerikan dan sukar diseberangi—menjadi penyempurnaan ritus. Darah adalah airnya; gemuruh genderang adalah makhluk-makhluknya; tulang para pahlawan laksana kerikil dan pasir; memasukinya amatlah sulit. Daging dan darah menjadi lumpurnya; perisai dan pedang bagaikan perahu; ia tertutup oleh lumut dan rumput berupa rambut. Kuda, gajah, dan kereta yang terpenggal menjadi tangga untuk turun; panji dan pataka laksana sulur di tepiannya; bahkan gajah yang gugur pun diseretnya. Ia meluap penuh oleh air darah; bagi yang ingin menyeberang, ia teramat sukar; gajah-gajah mati bagaikan buaya raksasa. Mengalir menuju alam baka, sungai itu tampak membawa pertanda kelam; tombak dan pedang laksana perahu besar untuk menyeberanginya. Nazar, bangau pemakan bangkai, dan gagak bagaikan perahu-perahu kecil; di sekelilingnya para rākṣasa berkeliaran, dan ia menjerat orang-orang pengecut dalam delusi.
अम्बरीष उवाच
The verse uses Vedic ritual language to interpret a warrior’s battle as a solemn, duty-bound rite: the terrifying blood-river of combat is likened to the avabhṛtha bath that completes a sacrifice, suggesting that for a kṣatriya acting within dharma, endurance and courage in battle carry a ritual-ethical significance rather than being mere brutality.
Ambarīṣa is speaking and introduces a metaphor: in the ‘war-sacrifice,’ the battlefield becomes a river of blood, and for the warrior that river is treated as the concluding sacrificial bath (avabhṛtha). The surrounding prose elaborates the metaphor with vivid battlefield details (blood, bones, weapons, drums), emphasizing the dreadfulness and difficulty of ‘crossing’ it.