Varṇa-dharma and Rājadharma: Yudhiṣṭhira’s Inquiry and Bhīṣma’s Normative Outline (वर्णधर्म-राजधर्म-प्रश्नोत्तरम्)
उनके राज्यमें किसीको बुढ़ापा, दुर्भिक्ष तथा आधि-व्याधिका कष्ट नहीं था। राजाकी ओरसे रक्षाकी समुचित व्यवस्था होनेके कारण वहाँ कभी किसीको सर्पों, चोरों तथा आपसके लोगोंसे भय नहीं प्राप्त होता था ।।
āpasta-stambhire cāsya samudram abhiyāsyataḥ | parvatāś ca dadur mārgaṁ dhvaja-bhaṅgaś ca nābhavat ||
Bhīṣma berkata: Di kerajaannya tak seorang pun menderita karena usia tua, kelaparan, ataupun penyakit batin dan jasmani. Karena sang raja menata perlindungan dengan semestinya, tak ada seorang pun yang hidup dalam ketakutan terhadap ular, pencuri, atau orang-orang bermusuhan di dalam komunitas. Dan ketika ia menempuh perjalanan melintasi lautan, airnya menjadi tenang; gunung-gunung memberi jalan; dan panji pada keretanya tak pernah patah—tanda-tanda pemerintahan yang benar, tertib, dan selaras dengan dharma, hingga alam pun seakan turut menyokongnya.
भीष्म उवाच
The verse presents the ideal of rājadharma: a king’s foremost duty is effective protection and just governance, resulting in freedom from fear, social stability, and public well-being; such righteousness is portrayed as so potent that it brings harmony even in the natural world.
Bhīṣma is describing a model ruler whose kingdom is free from common calamities and dangers. He then adds hyperbolic-epic signs of that ruler’s extraordinary fortune and merit: the sea calms as he travels, mountains open a route, and his chariot’s banner never breaks.