संयुज्यमानानि निशम्य लोके निर्यात्यमानानि च सात्विकानि । दृष्टवा तु धर्मध्वजकेतुमालां प्रकीर्यमाणामुपरि प्रजानाम्,जब मैं सुनता हूँ कि संसारमें विषयोंके सम्पर्कमें आये हुए साक्चिक पुरुष भी तरह तरहकी यातनाएँ भोगते हैं तथा जब देखता हूँ कि समस्त प्रजाके ऊपर यमराजकी ध्वजाएँ फहरा रही हैं, तब भोगकालमें भोगोंके प्राप्त होनेपर भी उन्हें भोगनेकी रुचि मेरे मनमें नहीं होती है। जब संन्यासियोंको भी दूसरोंके दरवाजोंपर अन्न-वस्त्रकी भीख माँगते देखता हूँ, तब उस संन्यास-धर्ममें भी मेरा मन नहीं लगता है; अतः अतिथिदेव! आप अपनी ही बुद्धिके बलसे अब मुझे धर्मद्वारा धर्ममें लगाइये
saṁyujyamānāni niśamya loke niryātyamānāni ca sāttvikāni | dṛṣṭvā tu dharmadhvajaketumālāṁ prakīryamāṇām upari prajānām ||
Sang brāhmaṇa berkata: “Ketika aku mendengar bahwa di dunia ini bahkan orang-orang sāttvika—meski terlibat dalam pergaulan hidup yang biasa—tetap digiring untuk menanggung beragam derita; dan ketika kulihat di atas semua makhluk panji-panji serta tanda-tanda Dharma—lambang kekuasaan Yama—ditebarkan di atas khalayak, maka sekalipun kenikmatan datang pada saatnya, batinku tak menemukan rasa padanya. Dan ketika kulihat para pertapa pun berdiri di pintu orang lain, meminta sedekah makanan dan pakaian, batinku tidak juga menetap pada jalan pelepasan itu. Karena itu, wahai tamu yang dimuliakan, dengan kekuatan pengertianmu sendiri, tegakkanlah aku dalam Dharma melalui Dharma—tempatkanlah aku pada jalan Dharma.”
ब्राह्मण उवाच
The verse expresses vairāgya: seeing that suffering and death overtake even the virtuous, the speaker loses appetite for sense-enjoyments and even feels unsettled about external renunciation. He asks to be grounded in true Dharma—an inner, discerning commitment rather than mere worldly pleasure or mere outward asceticism.
A brāhmaṇa reflects on the condition of the world: people, including the sāttvika, are swept into hardship, and the shadow of Yama’s law hangs over all beings. Disillusioned with both enjoyment and the visible hardships of mendicancy, he turns to the respected interlocutor (‘guest’) for guidance to be established in Dharma.