नारद–शुक संवादः
Impermanence, Svabhāva, and Śuka’s Resolve for Yoga
न चतुर्विशको ग्राह्मो मनुजैज्ञनिदर्शिभि: । मत्स्यश्नोदकमन्वेति प्रवर्तेत प्रवर्तनात्
na caturviśako grāhyo manuṣyair jñāna-darśibhiḥ | matsyaḥ śn-udakam anveti pravarteta pravartanāt ||
Yājñavalkya bersabda: Mereka yang melihat hakikat dengan pengetahuan sejati tidak patut menjadikan prakṛti (susunan materi) sebagai Diri. Seperti ikan bergerak mengikuti air dan menyesuaikan diri dengannya, namun tetap mengetahui dirinya berbeda dari air itu; demikian pula manusia hendaknya bertindak selaras dengan gerak alam ketika tindakan diperlukan, tetapi jangan sekali-kali mengira alam sebagai jati diri yang sejati.
याज़्ञवल्क्य उवाच
Do not identify the Self with prakṛti (the body-mind and guṇa-driven nature). One may act according to the conditions of nature, but inwardly remain established in the knowledge that the Self is distinct.
In Yājñavalkya’s instruction within the Śānti Parva’s mokṣa-oriented discourse, he uses an analogy—fish and water—to clarify how a wise person can live and act in the world without confusing worldly nature with one’s true identity.