जनक–सुलभा संवादः
Janaka–Sulabhā Dialogue on Mokṣa and Non-attachment
प्रोक्तो बुद्धश्न तत््वेन यथाश्रुतिनिदर्शनात् । नानात्वैकत्वमेतावद् द्रष्टव्यं शास्त्रदर्शनात्
prokto buddhaś ca tattvena yathāśruti-nidarśanāt | nānātvaikatvam etāvad draṣṭavyaṃ śāstra-darśanāt, niṣpāpa nareśa |
Vasiṣṭha berkata: “Sesuai petunjuk wahyu Weda, sebagaimana didengar dalam śāstra, telah kujelaskan hakikat ‘Yang Tercerahkan’ (buddha) sebagaimana adanya. Dari sudut pandang śāstra, inilah yang harus dipahami: keberagaman jiwa dan kesatuannya—keduanya tampak dengan cara yang sama ini. Wahai raja yang tanpa noda, terimalah ajaran ini sebagai lensa śāstra untuk mendamaikan banyak dan satu tanpa kekeliruan.”
वसिष्ठ उवाच
That scripture (Śruti/Śāstra) provides a valid framework to understand how the self can be spoken of as both many (nānātva) and one (ekatva), and that the ‘buddha’ principle is to be known in its true nature through Vedic indication.
Vasiṣṭha is concluding or reinforcing an instruction to a king, summarizing that he has explained the relevant principles as grounded in Śruti, and urging the king to adopt the śāstric viewpoint to reconcile apparent plurality with underlying unity.