अव्यक्त-गुण-पुरुषविवेकः | Avyakta, Guṇas, and Discrimination of Puruṣa
अक्षर: क्षरमात्मानमबुद्धिस्त्वभिमन्यते
akṣaraḥ kṣaram ātmānam abuddhis tv abhimanyate |
Vasiṣṭha berkata: Pemahaman yang tanpa daya pembedaan keliru mengira Diri yang tak binasa sebagai sesuatu yang binasa. Tanpa bertapa pun seseorang membayangkan dirinya seorang pertapa; tanpa pergi ke mana-mana pun ia mengira dirinya pengembara dan pelancong. Walau bebas dari belenggu dunia, ia menganggap dirinya duniawi; walau sejatinya tanpa takut, ia membayangkan ketakutan. Demikian, meski ia adalah yang tak binasa (akṣara), ia mengira dirinya dapat musnah (kṣara); dan meski melampaui jangkauan akal, ia tetap menyombongkan diri sebagai orang cerdas—itulah kekeliruan etis yang lahir dari delusi tentang Diri.
वसिष्ठ उवाच
Misidentification is the root ethical and spiritual error: the imperishable Self is wrongly taken as perishable, leading to false self-images (ascetic, traveler, worldly, fearful) and pride in intellect even when the Self transcends intellect.
In Śānti Parva’s instruction on peace and liberation, Vasiṣṭha explains how delusion (abuddhi) makes one superimpose changing attributes onto the Self, producing contradictory self-conceptions and bondage in saṃsāra.