अव्यक्त-गुण-पुरुषविवेकः | Avyakta, Guṇas, and Discrimination of Puruṣa
तेन देवमनुष्येषु निरये चोपपद्यते । इसी तरह बारी-बारीसे वह जीव मानव-योनिसे नरकमें (और नरकसे मानवयोनिमें) आता-जाता रहता है। आत्मासे भिन्न तथा आत्माके गुण चैतन्य आदिसे युक्त जो इन्द्रियोंका समुदाय शरीरमें ऐसी भावना रखता है कि “यह मैं हूँ” वही देवलोक
tena deva-manuṣyeṣu niraye copapadyate |
Vasiṣṭha berkata: Karena salah-kenal itu—mengira “aku” pada yang bukan Diri—makhluk berjasad terlahir di antara para dewa dan manusia, dan juga jatuh ke neraka. Demikianlah ia berulang-ulang mengembara: dari kelahiran manusia menuju neraka, dan dari neraka kembali ke kelahiran manusia. Sebab ia menganggap himpunan indria yang bersemayam dalam tubuh—yang sesungguhnya berbeda dari Ātman—sebagai “inilah aku”; maka ia pun pergi ke alam para dewa, alam manusia, neraka, dan kelahiran-kelahiran sebagai makhluk rendah (tiryak).
वसिष्ठ उवाच
Misidentifying the Self with the body and senses (the ‘I am this’ notion) becomes the cause of repeated transmigration, leading to births in higher and lower realms—including heaven, human life, and hell.
Vasiṣṭha is explaining the mechanism of saṃsāra: due to egoic identification with the sensory aggregate in the body, the jīva repeatedly attains different states of existence, cycling through various realms.