अध्याय २९७ — श्रेयः, धृति, दान-नियमाः
Welfare, Steadfastness, and Norms of Giving
जब आयु समाप्त हो जाती है तभी देहधारी जीव पंचत्वको प्राप्त होता है। यह बिना कारणके भी हो जाता है और कभी विभिन्न कारणोंसे उपपादित होता है ।।
yadā āyuḥ samāptā bhavati tadā dehadhārī jīvaḥ pañcatvaṃ prāpnoti | etad akāraṇam api bhavati, kadācid vividha-kāraṇaiḥ upapāditam | tathā śarīraṃ bhavati dehād yena upapāditam | adhvānaṃ gatavaś cāyaṃ prāptaś cāyaṃ gṛhād gṛham | ye tu dehaṃ prāpya haṭhapūrvakaṃ tasya parityāgaṃ kurvanti, teṣāṃ pūrvavad eva yātanāmaya-śarīra-prāptir bhavati | te manuṣya-śarīraṃ mokṣa-sādhanam api prāpya ātmahatyā-kāraṇāt tasya lābhāt vañcitāḥ, gṛhād gṛhaṃ gacchato manuṣyasyeva dehād dehaṃ prāpya saṃsaranti |
Parāśara berkata: “Ketika jatah usia berakhir, makhluk yang berjasad mencapai pañcatva—kembali menjadi lima unsur, yakni kematian. Kadang hal itu terjadi tanpa sebab yang tampak, dan pada waktu lain dijelaskan sebagai timbul dari berbagai sebab. Dan suatu tubuh terbentuk sesuai landasan yang melahirkannya. Maka makhluk ini, terseret di jalan kelahiran-ulang, berpindah dari rumah ke rumah. Mereka yang telah memperoleh tubuh namun meninggalkannya dengan paksaan—melalui bunuh diri—kembali memperoleh tubuh yang penuh derita seperti sebelumnya. Walau telah mendapatkan tubuh manusia, sarana menuju pembebasan, mereka kehilangan manfaatnya karena tindakan membunuh diri; seperti orang berpindah dari satu rumah ke rumah lain, mereka berpindah dari satu tubuh ke tubuh berikutnya.”
पराशर उवाच
Death occurs when lifespan is exhausted, and the human body is a rare means for liberation; therefore forcibly abandoning the body (ātmahatyā) leads not to freedom but to continued transmigration and the attainment of a painful embodiment.
Parāśara is instructing about the mechanics and ethics of death and rebirth: ordinary death follows the completion of lifespan, while self-inflicted death results in renewed suffering and continued movement from one ‘house’ (body) to another.