Vasiṣṭha on Saṃsāra, Guṇas, and Misattributed Agency
Mahābhārata 12.292
अनहश्नाहतां प्राप्ता: सन्त: स्तुत्वा तमेव ह । नतु वृद्धिमिहान्विच्छेत् कर्म कृत्वा जुगुप्सितम्
anahaśnāhatāṁ prāptāḥ santaḥ stutvā tameva ha | na tu vṛddhim ihānvicchet karma kṛtvā jugupsitam ||
Parāśara berkata: Bahkan mereka yang semula tidak layak dihormati, dengan memuji Tuhan itu juga, menjadi para santa yang patut dimuliakan dan akhirnya mencapai-Nya. Karena itu, di dunia ini janganlah seseorang mengharapkan kenaikan atau kemakmuran sejati dengan melakukan perbuatan yang tercela dan menjijikkan.
पराशर उवाच
Devotion and sincere praise of Viṣṇu can elevate even those previously unworthy, but one should not expect genuine prosperity or spiritual uplift by engaging in reprehensible conduct; ethical action is essential.
Parāśara is instructing his listener within the Śānti Parva’s dharma-discourse: he cites the transformative power of praising Viṣṇu, then draws a moral conclusion that blameworthy actions cannot be a means to true advancement.